verified Berdasarkan Standar WHO

Kalkulator Stunting
WHO Z-Score untuk Anak

Pantau pertumbuhan buah hati Anda dengan standar WHO terbaru. Cepat, akurat, dan mudah digunakan demi masa depan si kecil.

2k+

Mama & Papa sudah mencoba hari ini

analytics Kalkulator Gizi Anak

Laki-laki
Perempuan

Berbaring
Berdiri

Data aman & tidak disimpan di server kami.

Sesuai Standar Internasional & Nasional
WHO KEMENKES IDAI

Solusi Kesehatan Terpadu

Selain kalkulator stunting, gunakan tools kami untuk memantau tumbuh kembang si kecil secara komprehensif.

restaurant

Kalkulator Kalori

Hitung asupan gizi harian yang tepat untuk pertumbuhan.

Coba Sekarang arrow_forward
pregnant_woman

IMT Ibu Hamil

Pantau kenaikan berat badan ideal selama masa kehamilan.

Buka Tracker arrow_forward
monitoring

Tracker Pertumbuhan

Visualisasikan grafik pertumbuhan anak setiap bulannya.

Visualisasi Sekarang arrow_forward
map

Peta Sebaran

Lihat data sebaran stunting di berbagai wilayah Indonesia.

Lihat Peta arrow_forward
Bagaimana Cara Membaca Hasil Kalkulator Ini?

Kalkulator status gizi ini menggunakan metodologi Z-Score berdasarkan standar World Health Organization (WHO) Growth Standards. Hasil perhitungan akan menunjukkan posisi pertumbuhan anak Anda dibandingkan dengan populasi referensi standar internasional.

Beberapa indikator yang digunakan meliputi:
1. TB/U (Tinggi Badan menurut Umur): Digunakan untuk menentukan status stunting. Jika nilai Z-score di bawah -2 SD, maka anak dikategorikan pendek (stunted).
2. BB/U (Berat Badan menurut Umur): Menentukan apakah berat badan anak kurang atau normal untuk usianya.
3. BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan): Menentukan status gizi saat ini (akut), apakah anak mengalami gizi buruk (wasting) atau obesitas.

Penting untuk dipahami bahwa hasil kalkulator ini bersifat informatif dan bukan merupakan diagnosis medis final. Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk genetik, nutrisi, dan kesehatan lingkungan. Jika hasil menunjukkan indikasi di luar batas normal, kami sangat menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih mendalam.